Sabtu, Oktober 30, 2010

Persoalan Filsafat

Ada enam persoalan yang selalu menjadi bahan perhatian para filsuf dan memerlukan jawaban secara radikal, dimana tiap-tiapnya menjadi salah satu cabang dari filsafat yaitu : ada, pengetahuan, metode, penyimpulan, moralitas, dan keindahan.
1. Tentang ”Ada”
Persoalan tentang ”äda” ( being ) menghasilkan cabang filsafat metafisika; dimana sebagai salah satu cabang filsafat metafisika sendiri mencakup persoalan ontologis, kosmologi ( perkembangan alam semesta ) dan antropologis ( perkembangan sosial budaya manusia ). Ketiga hal tersebut memiliki titik sentral kajian tersendiri.

2. Tentang ”Pengetahuan” ( knowledge )
Persoalan tentang pengetahuan ( knowledge ) menghasilkan cabang filsafat epistemologi ( filsafat pengetahuan ). Istilah epistemologi sendiri berasal dari kata episteme dan logos. Episteme berarti pengetahuan dan logos berarti teori. Jadi, epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang mengkaji secara mendalam dan radikal tentang asal mula pengetahuan, struktur, metode dan validitas pengetahuan.
3. Tentang ”Metode”( method )
Persoalan tentang metode ( method ) menghasilkan cabang filsafat metologi atau kajian / telaah dan penyusunan secara sistematik dari beberapa proses dan azas-azas logis dan percobaan yang sistematis yang menuntun suatu penelitian dan kajian ilmiah; atau sebagai penyusun ilmu-ilmu vak.
4. Tentang ”Penyimpulan”
Logika ( logis ) yaitu ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir tepat dan benar. Dimana berpikir adalah kegiatan pikiran atau akal budi manusia. Logika sendiri dapat dibagi menjadi 2, yaitu logika ilmiah dan logika kodratiah. Logika bisa menjadi suatu upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti : Adakah metode yang dapat digunakan untuk meneliti kekeliruan pendapat? Apakah yang dimaksud pendapat yang benar? Apa yang membedakan antara alasan yang benar dengan alasan yang salah? Filsafat logika ini merupakan cabang yang timbul dari persoalan tentang penyimpulan.
5. Tentang ”Moralitas” ( morality )
Moralitas menghasilkan cabang filsafat etika ( ethics ). Etika sebagai salah satu cabang filsafat menghendaki adanya ukuran yang bersifat universal.
6. Tentang ”Keindahan”
Estetika adalah salah satu cabang filsafat yang lahir dari persoalan tentang keindahan. Merupakan kajian kefilsafatan mengenai keindahan dan ketidakindahan. Lebih jauhnya lagi, mengenai sesuatu yang indah terutama dalam masalah seni dan rasa serta norma-norma nilai dalam seni.

Baca Selengkapnya..

Mengapa Manusia Berfilsafat?

Mengulang judul diatas, mengapa manusia berfilsafat? Kekaguman atau keheranan, keraguan atau kesangsian, dan kesadaran akan keterbatasan merupakan 3 hal yang mendorong manusia utuk berfilsafat.
Plato (filsuf Yunani, guru dari Aristoteles ) menyatakan bahwa : Mata kita memberi pengamatan bintang-bintang, matahari, dan langit. Pengamatan ini memberi dorongan kepada kita untuk meyelidiki. Dan dari penyelidikan ini berasal filsafat.
Berbeda dengan Plato; Agustinus dan Rene Descartes beranggapan lain. Menurut mereka, berfilsafat itu bukan dimulai dari kekaguman atau keheranan, tetapi sumber utama mereka berfilsafat dimulai dari keraguan atau kesangsian. Ketika manusia heran, ia akan ragu-ragu dan mulai berpikir apakah ia sedang tidak ditipu oleh panca inderanya yang sedang keheranan?Rasa heran dan meragukan ini mendorong manusia untuk berpikir lebih mendalam, menyeluruh dan kritis untuk memperoleh kepastian dan kebenaran yang hakiki. Berpikir secara mendalam, menyeluruh dan kritis seperti ini disebut dengan berfilsafat.
Bagi manusia, berfilsafat dapat juga bermula dari adanya suatu kesadaran akan keterbatasan pada dirinya. Apabila seseorang merasa bahwa ia sangat terbatas dan terikat terutama pada saat mengalami penderitaan atau kegagalan, maka dengan adanya kesadaran akan keterbatasannya itu manusia berfilsafat. Ia akan memikirkan bahwa diluar manusia yang terbatas, pastilah ada sesuatu yang tidak terbatas yang dijadikan bahan kemajuan untuk menemukan kebenaran yang hakiki.

Baca Selengkapnya..

Kamis, Desember 24, 2009

Soal Ujian Akhir Semester

Dengan berakhirnya presentasi Mata Kuliah Psikologi Pendidikan Semester Ganjil Tahun Akademik 2009/2010, maka sebagai bentuk evaluasi hasil pembelajaran dilaksanakn Ujian Akhir Semester dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Ujian Akhir Semester berlangsung secara online sesuai dengan soal dan form jawaban yang telah disediakan.

2. Pelaksanaan Ujian dimulai sejak hari Jum'at, 25 Desember 2009 jam 20.00 Wita hingga hari Minggu, 10 Januari 2010 jam 24.00 Wita.

3. Lewat batas waktu tersebut di atas, maka jawaban susulan dalam bentuk apapun tidak akan diterima.

4. Jawaban diwajibkan bersifat orisinal, mandiri, dan tidak merupakan hasil kerjasama


SOAL:

1. Ketengahkan pengertian belajar dan apa karakteristik yang membedakan antara kegiatan belajar dan yang bukan belajar

2. Buat identifikasi gaya-gaya belajar yang menjadi kecenderungan anda selama ini, apa kesulitan yang anda alami, dan menurut anda, bagaimana cara mengatasinya?

3. Buatkan sebuah Review tentang buku apa saja yang anda baca dengan mengacu kepada strategi Membaca Cepat (SQ3R)


Berikan Jawaban Anda pada kolom yang telah disediakan, lalu klik "kirim".

Nama Lengkap
NIM
Jurusan/Prodi
Jawaban
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]



Baca Selengkapnya..

Sabtu, Oktober 24, 2009

Nurani Sang Ibu

Sebuah Psikologi Cinta

Alkisah, terdapat dua perempuan (tua dan muda) yang sama-sama memiliki anak bayi. Bayi dari perempuan tua itu dimakan Serigala. Karena takut suaminya marah, perempuan tua merebut bayi perempuan muda dan mengajukan kasusnya ke mahkamah keadilan. Mahkamah keadilan yang dipimpin oleh Nabi Dawud memenangkan perempuan tua, karena ia dapat mengemukakan alasan yang rasional (maklum waktu itu belum ditemukan tes DNA). Melihat putusan yang tidak adil itu, perempuan muda naik banding.
Ia mengajukan kasusnya ke mahkamah keadilan dan meminta agar sidangnya dipimpin Nabi Sulaiman (Anak Nabi Dawud). Untuk memberi keadilan pada kedua perempuan itu, Sulaiman mengambil pisau dan akan membelah tubuh bayi menjadi dua bagian. Separuh untuk perempuan tua dan separuh yang lain untuk perempuan muda. Melihat cara seperti itu, nurani perempuan muda (sang ibu) tidak tega anaknya dibelah. Dengan terpaksa ia mengatakan: jangan lakukan, Allah mengasihi anak ini, biarlah bayi itu untuknya. Karena ucapan itu, Sulaiman memutuskan bahwa bayi itu milik perempuan muda, sebab tak mungkin seorang ibu tega melihat bayinya dibelah menjadi dua.
Hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abu Hurairah di atas menunjukkan kejujuran nurani. Ketika nurani berbicara, tak satu pun rekayasa rasio mampu melawannya, apalagi nurani itu diungkapkan oleh sang ibu yang memiliki tingkat kepekaan nurani yang tinggi. Menurut Erich Fromm dalam The Art of Loving, nurani kecintaan sang ibu tanpa syarat terhadap kebutuhan anak-anaknya. Penguatan itu muncul dalam dua bentuk: Pertama, perhatian dan tanggung jawab yang mutlak, demi pemeliharaan hidup anak dan perkembangannya; Kedua, sikap kepada anak untuk menanamkan cinta akan kehidupan dengan penuh perasaan. Kecintaan nurani ini dinilai sebagai cinta yang paling tinggi dan suci dari segala ikatan emosional.
Nurani keibuan merupakan nurani altruistik yang selalu mementingkan orang lain. Ia rela memberikan kebahagiaan untuk anak yang dicintai, meskipun dirinya menderita. Nurani keibuan terkait dengan pertumbuhan anak, baik pisik maupun psikis, tetapi ia tidak menuntut penyatuhan diri. Ia rela berpisah pada anak yang dicintai dan melepaskannya untuk dicintai dan diambil oleh orang lain. Nurani keibuan bersifat fitriah dan naluriah yang pertumbuhannya tidak didorong atau dipaksakan oleh motif-motif tertentu. Nurani keibuan dalam Islam dilukiskan sebagai nurani yang memancar dari syurga, satu nurani yang membawa kedamaian, ketenangan, dan kasih sayang. Nurani keibuan memiliki kualitas tertinggi dalam bursa cinta yang ada. Sabda Nabi Saw.: Sesungguhnya syurga itu di bawah kedua kaki-nya (ibu). (HR. al-Nasai dari Mu awiyah bin Jahimah al-Salami)

Tulisan Prof. DR. Abdul Mujib, MA

Baca Selengkapnya..

Kamis, Oktober 01, 2009

Ujian Tengah Semester

Diberitaukan kepada seluruh Mahasiswa STIT Grogot Pengikut Mata Kuliah Psikologi Pendidikan, bahwa Ujian Tengah Semester dilaksanakan sejak hari Rabu, tgl 7 Oktober 2009. Jawaban diterima selambat-lambatnya tanggal 18 Oktober 2009 pukul 24.00 Wita. Soal dan FORM JAWABAN dapat anda lihat dengan mengklik "baca selengkapnya" berikut ini!


I. PETUNJUK


1. Baca dan pahamilah soal berikut dengan seksama
2. Jawablah dengan ringkas, padat, dan jelas.
3. Jawaban haruslah orisinil dari kemampuan anda sendiri
4. Jawaban selambat-lambatnya sudah diterima pada tanggal 18 Oktober 2009 pukul 24.00

II. SOAL

1. Pendidikan dipahami sebagai upaya "memanusiakan manusia", sebutkan beberapa aspek penting dalam proses pendidikan agar tujuan tersebut tercapai!

2. Mengapa mazhab psikologi kognitif muncul? Asumsi dasar apa yang mereka miliki, dan apa kepentingannya dalam dunia pendidikan sekarang?

3. Buatkan penjelasan perbandingan mengenai struktur kepribadian antara teori Psikoanalisisnya Sigmund Freud dan teori Alquran!


Berikan Jawaban Anda pada kolom yang telah disediakan, lalu klik "kirim".

Nama Lengkap
NIM
Jurusan/Prodi
Jawaban
Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]


Baca Selengkapnya..

Facebook Status

Komentar Terkini

Posting Terkini

STIT IBNU RUSYD GROGOT KABUPATEN PASER KALTIM ©Blog Dikelola Oleh DR. ISKANDAR Z, M.A..

TOPO